Tour Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jateng di SMKN 2 Jepara

, Di era globaisasi, bagi para pelajar penting untuk memahami keberadaan literasi media. Salah satunya dengan memilah acara yang benar benar bermanfaat dan bernilai posiitif bagi kehidupan mereka. Banyak sekali dijumpai tayangan layar kaca yang mengandung unsur kekerasan, seksualitas, konflik, moralitas yang seharusnya tidak patut dipertontonkan. Hal ini disampaikan kabag Humas Pemda Jepara Drs. Hadi Priyanto MM, Selasa (15/12) dalam tour Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jateng di SMK N 2 Jepara.

Dikatakan Hadi, di Indonesia tontonan kekerasan, seksualitas, konflik dan moralitas masih mudah sekali dijumpai. Padahal, kata Hadi, di negara maju tayangan seperti ini sudah tidak boleh ditampilkan (diekspose) secara terus menerus di media. Misalnya saja, kasus pembunuhan gagis kecil Angelina di Denpasar Bali. Hampir tiap hari seluruh media menampilkan dan mengekspose berita tersebut secara fulgar. “Padahal di negara maju, tayangan seperti ini benar benar terseleksi” ujar Jadi.
Tidak hanya itu, tontonan acara hiburan di televisi tidak banyak yang memberikan pengajaran positif bagi para pelajar. Untuk itu Hadi berharap kepada siswa untuk menunjukkan perlawan sikap kritis. Dengan cara menyeleksi, atau tidak melihat tayangan yang dinilai kurang postifi tersebut, atau melakukan literasi media. “Literais media ini penting agar mereka aktif, cerdas, peka dan kritis dalam mengamati fenomena pemberitaan media saat ini” ujar Hadi.

Komisioner KPID Jateng Ahmad Junaidi mengatakan sesuai dengan Undang Undang (UU) 32 tahun 2002 tentang penyiaran saat ini, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jateng hanya mengatur masalah penyiaran di televisi dan radio saja. Sedangkan untuk media internet termauk media sosial (medsos), belum diatur dalam UU tersebut. Sehingga belum bisa melakukan tindakan yang lebih. Untuk itulah, literasi media bagi para pelajar sangat penting, termasuk dapat diusulkan sebagai salah satu materi dalam kurikulum sekolah. Disampakan, masyarakat (red, pelajar), berhak untuk mengjaukan keberatan siaran kepada KPID. “UU telah memberikan ruang untuk menampung segala keluhan da keberatan dari masyarakat” ujarnya.

Dismpaikan, selama ini kewenaggan KPID masih sangat lemah, salah satunya tidak dapat mencabut ijin penyiaran secara langsung. Selama ini, KPID hanya berwenang untuk mlaporkan dan merekomendasikan kepada pemerintah terkait adanya temuan dan pelanggaran yang dilakukan oleh acara dalam dunia pertelevisian Indoensia. Seangkan untuk keputusan dicabut dan tidaknya perjinan, tergatung dari pihak pemeritah. Selain Hadi Priyanto dan Ahmad Junaidi, hadis sebagai narasumber yaitu Subur Putra yang memebrkan materi motivasi kepada para peserta. 12387741_10204868863376405_2037073534_n

3 thoughts on “Tour Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jateng di SMKN 2 Jepara

  1. 21 Agustus 2016 at 9:29

    Just do me a favor and keep writing such trnchnaet analyses, OK?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *